0

Tutorial Database MYSQL Praktikum 2




Manipulasi Data (DML)
 Perintah Dasar:

Di Praktikum yang kedua ini membahas tentang cara memasukkan data dengan menggunakan fungsing-fungsi sperti berikut:
 ⦁  Memasukkan data => INSERT
 ⦁  INSERT TO <Table_name>(Field1,…,Fieldn) Value (Val1,…,Valn);
 ⦁  Mengubah Data => UPDATE
 ⦁  UPDATE <Table_name> SET [Field1=Val1,…,Fieldn=Valn] <kondisi>
 ⦁  Menghapus Data => DELET
 ⦁  DELETE FROM <Table_name> WHERE <kondisi>
 ⦁  Menampilkan Data => SELECT
 ⦁  SELECT * FROM<Table_name>

1. Cara Membuat Database dan Tabel
         Seperti tutorial yang pertama cara membuat database dan tabel sudah dibahas sebelumnya.  Dengan nama databasenya Mahasiswa dan juga nama Tabel Mahasiswa dengan nama Field nya Nim, Alamat, Jenis kelamin dan Tanggal Lahir.

2. Cara Memasukkan Data Pada Tabel
           Cara memasukkan data pada tabel dengan menggunakan fungsi “Insert”. “INSERT TO <Table_name>(Field1,…,Fieldn) Value (Val1,…,Valn);”. Lebih lengkapnya lihat gambar dibawah ini.

3. Cara Merubah Isi Data Pada Tabel
            Untuk merubah isi data pada dapat menggunakan fungsi “UPDATE”.
UPDATE <Table_name> SET [Field1=Val1,…,Fieldn=Valn] <kondisi>
Misal kita merubah tanggal lahir pada tabel di nama “Ari santoso” tanggal lahir “1998-10-12” menjadi “1979-08-31”.

4. Merubah Isi Data Pada Tabel
             Masih tetap sama menggunakan fungsi seperti “UPDATE”. Merubah nama “Ari Santoso” Menjadi “Ari”.

5. Cara Menghapus Isi Data Pada Tabel
            Untuk cara menghapus isi data pada tabel menggunakan funsi “DELETE”.
DELETE FROM <Table_name> WHERE <kondisi>.
Menghapus Mahasiswa yang bernama “Diana Marlina”.

6. Cara Untuk Menampilkan Data Pada Tabel Databese
             Untuk menampilkan data pada Tabel menggunakan fungsi “SELECT”.
SELECT * FROM<Table_name>.
  ⦁   Cara menampilkan data tanggal lahir lebih dari sama dengan “1996-01-02”.

  ⦁   Cara menampilkan Data Alamat “Bekasi” dan Jenis Kelamin “Perempuan”.

  ⦁    Cara menampilkan Data Mahasiswa di Alamat “Bekasi”, dan memilki Jenis Kelamin “Laki-laki”         atau  Mahasiswa yang memiliki Umur lebih dari 22 Tahun dengan Jenis Kelamin “Perempuan”.

  ⦁   Cara untuk menampilkan tabel Nama dan Alamat Mahasiswa saja.


  ⦁   Cara menampilkan Urutan pada Tabel.

Dengan menggunakan fungsi “SELECT” kita bias menggurutkan isi Data pada tabel Mahasiswa.
Denagan querinya:
“SELECT * From Mahasiswa Order by Nama ASC”;
“SELECT * From Mahasiswa Order by Nama DESC”;

Fungsi ASC untuk Urutan dari A-Z sedangkan DESC sebaliknya Urutan Z-A.
Demikian tutorial mengenai database MYSQL, Semoga bermanfaat.

0

Tutorial Dtabase MYSQL Praktikum 1


1. Cara membuat database mengunkan Database MYSQL
            Disini saya membuat database dengan Nama Latihan1.
     Dengan cara “Create Database Latihan1” untuk membuat database dengan nama Latihan1. Dan Perintah “USE” merupakan perintah untuk menggunakan database yang akan kita gunakan.

2. Cara membuat Tabel di dalam database MYSQL
           Digambar diatas saya menbuat Tabel dengan Nama “Biodata” dengan nama kolom “Keterangan” mengunakan Varchar (15) sebagai tipe datanya.

3. Cara Menambahkan Kolom Tabel Diawal Tabel
            Cara menambahkan Kolom Tabel Biodata pada awal kolom tabel dengan nama Field “ID” dengan tipe data Int(11). Apa maksud dengan “Int(11)” => Int merupakan tipe data sedangkan "11" merupakan karakter data yang dapat kita inputkan di dalam database nantinya.

4. Cara Menambahkan Kolom Tabel pada Akhir Tabel
            Cara Menambahkan Kolom Tabel pada akhir tabel dengan nama Field “Phone” dengan tipe  data Varchar. “Alter table Biodata add Phone varchar(15);”

5. Cara Merubah Nama Kolom/Field Pada Table
            Cara merubah nama Kolom “Phone” menjadi “Hp” pada kolom tabel dengan mengunaka tipe data yang sama sengan varchar(15), Menggunakan Fungsi Change. “Alter Table Biodata Change Phone Hp Varchar(20);

6. Cara Menghapus Kolom/Field Pada Tabel
            Cara menghapus nama kolom “Keterangan” pada tabel, dengan menggunakan fungsi “Drop”. “Alter Table Biodata Drop Keterangan;”

7. Cara Mengganti Nama Tabel
            Cara merubah Nama tabel yang sebelumnya nama tabel “Biodata” diubah menjadi  “Data_Mahasiswa”, Dengan menggunakan fungsi “Rename”. “Alter Table Biodata Rename To             Data_Mahasiswa;”.

8. Cara Merubah Nama Kolom/Field Pada Tabel
            Cara merubah nama kolom pada kolom dengan Menggunakan fungsi “Change”. Yang  awalnya nama Kolom ID diubah menjadi Nim dengan menggunakan tipe data yang sama Int(11).        “Alter Table Data_Mahasiswa Change ID Nim Int(11);”

9. Cara Menambahkan Primary Key Pada Tabel
           Cara menambahkan Primary key pada tabel dengan menggunakan fungsi " Add Primary Key”. Semisal nim yang akan kita rubah menjadi Preimary key, “Alter Table Data_Mahasiswa Add Primary key (Nim).

     Sekian Tutotial database MYSQL semoga bermanfaat.
0

Soal UN Kimia Dan Pembahasannya




















0

TERMOKIMIA

TERMOKIMIA

        Termokimia ialah cabang kimia yang berhubungan dengan hubungan timbal balik panas dengan reaksi kimia atau dengan perubahan keadaan fisika. Secara umum, termokimia ialah penerapan termodinamika untuk kimia. Termokimia ialah sinonim dari termodinamika kimia.
Dalam arti lain Termokimia adalah Hubungan antar kalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia.
     A. HUKUM KEKEKALAN ENERGI
               Hukum Termodinamika 1 menyatakan bahwa “Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnakan tetapi dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk lain”
Dalam termokimia ada dua hal yang perlu diperhatikan yang menyangkut perpindahan energi, Yaitu Sistem dan Lingkungan.
Sistem merupakan Pusat fokus perhatian yang diamati dalam suatu percobaan.
Lingkungan merupakan hal-hal diluar sistem yang membatasi sistem dan dapat mempengaruhi sistem.
Berdasarkan interaksinya dengan lingkungan, Sistem dibedakan menjadi 3 macam:
      1.Sistem Terbuka
            Memungkinkan terjadinya perpindahan energi dan Zat antara sistem dengan lingkungan.
      2.Sistem Tertutup
            Memungkinkan terjadinya perpindahan energi tetapi, tidak dapat terjadi pertukaran materi antara sistem dan lingkungan
      3.Sistem terisolasi
           Tidak memungkinkan terjadinya perpindahan energi dan Zat antara sistem dengan lingkungan.
  
  B. ENTALPI DAN PERUBAHAN ENTALPI
             Entalpi adalahJumlah energi yang dimiliki suatu zat dalam segala bentuk.
Dilambangkan dengan “H” (berasal dari kata Heat yang berarti Panas).
Entalpi suatu zat TIDAK BISA DIUKUR BESARANYA, tetapi PERUBAHAN ENTALPINYA (ΔH) dapat diukur.
Perubahan Entalpi diperoleh dari Selieih entalpi produk dengan entalpi reaktan.
ΔH = Hp – Hr
Perubahan entalpi zat sama dengan harga kalor reaksinya
ΔH = q
Dalam hal tanda positif atau negatif harus diperhatikan. Jika Jika sistem melepaskan kalor, dapat dituliskan ΔH = -q. Sebaliknya, jika sistem menyerap kalor, dapat dituliskan ΔH = q.
C.     JENIS-JENIS REKASI TERMOKIMIA
        1.Reaksi Eksoterm
              Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai perpindahan kalor  dari Sistem ke Lingkungan. Dalam kata lain reaksi eksoterm Melepaskan Energi. Saat terjadi reaksi ini suhu sistem naik.
Sistem melepaskan kalor ke lingkungan karena adanya kenaikan suhu.
ΔH = Hp – Hr
Hp < Hr
ΔH < 0
Reaksi eksoterm berharga NEGATIF.
         2.Reaksi Endoterm
              Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai perpindahan kalor  dari Lingkungan ke Sistem. Dalam kata lain reaksi eksoterm Menyerap Energi. Saat terjadi reaksi ini suhu sistem turun.
Sistem menyerap kalor oleh sistem karena adanya penurunan suhu.
ΔH = Hp – Hr
Hp > Hr
ΔH > 0
Reaksi Endoterm berharga POSITIF.
               Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatu zat yang menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika disebut termokimia. Secara operasional termokimia berkaitan dengan pengukuran dan pernafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan, dan pembentukan larutan.
Termokimia merupakan pengetahuan dasar yang perlu diberikan atau yang dapat diperoleh dari reaksi-reaksi kimia, tetapi juga perlu sebagai pengetahuan dasar untuk pengkajian teori ikatan kimia dan struktur kimia. Fokus bahasan dalam termokimia adalah tentang jumlah kalor yang dapat dihasilkan oleh sejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor reaksi.
Supaya lebih muda memahami energi yang menyertai perubahan suatu zat, maka perlu dijawab beberapa pertanyaan berikut ini:
1. Energi apa yang dimiliki oleh suatu zat?
2. Hukum apa yang berlaku untuk energi suatu zat?
3. Bagaimana menentukan jumlah energi yang menyertai suatu reaksi?
4. Bagaimana energi suatu zat dapat diukur?
5. Bagaimana kaitan antara energi yang dibebaskan atau diserap pada perubahan kimia  dengan ikatan kimia?
Termokimia merupakan penerapan hukum pertama termodinamika terhadap peristiwa kimia yang membahas tentang kalor yang menyertai reaksi kimia.
Untuk memahami termokimia perlu dibahas tentang:
(a) Sistem, lingkungan, dan alam semesta.
(b) Energi yang dimiliki setiap zat.
(c) Hukum kekekalan energi.
0

RADIOAKTIF

RADIOAKTIF

        Unsur/zat radioaktif adalah zat yang secara spontan memancarkan sinar/radiasi. Sinar yang dipancarkan disebut sinar radioaktif.
1. Perkembangan Keradioaktifan
      Gejala keradioaktifan pertama kali dikemukakan oleh Henry Becquerel seorang ahli berkebangsaan Prancis pada tahun 1896. Setelah ditemukan sinar X oleh W.C. Rontgen pada tahun 1895. Pada tahun 1898 Piere Currie dan Marie Currie menemukan dua unsur radioaktif yang lain yaitu radium (Ra) dan polonium (Po).
Sifat-sifat sinar radioaktif:
a. Mempengaruhi/merusak film.
b. Dapat mengionkan gas.
c. Memiliki daya tembus besar.
d. Menyebabkan benda yang berlapis ZnS dapat berpendar
(berfluoresensi).
2. Macam-macam Sinar Radioaktif
a. Sinar alfa (􀁄)
– Simbol: 4􀁄 4
2 atau 2He
– Penemu: E. Rutherford.
– Daya tembus kecil, daya ionisasi besar.
– Dapat dibelokkan oleh medan listrik/magnet.
b. Sinar beta (􀁅)
– Simbol: 􀀐0􀁅 􀀐0
1 atau 1e
– Penemu: E. Rutherford.
– Daya tembus lebih besar daripada sinar alfa.
– Dapat dibelokkan oleh medan listrik/magnet.
c. Sinar gama (􀁊)
– Simbol: 􀁊 00
– Penemu: Paul Ulrich Villard.
– Daya tembus paling besar.
– Daya ionisasi paling kecil
– Tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik/magnet.
– Merupakan gelombang elektromagnetik.
3. Partikel-partikel Dasar
4. Struktur Inti
Inti atom tersusun dari partikel-partikel yang disebut nukleon. Suatu inti atom yang diketahui jumlah proton dan neutronnya disebut nuklida.
Simbol Nuklida: AZX
X = unsur radioaktif
A = nomor massa (jumlah p + n)
Z = nomor atom (jumlah p)
Contoh: 238
92U
proton = 92
neutron = (238 – 92) = 143
Macam-macam nuklida:
a. Isotop: nuklida yang mempunyai jumlah proton sama tetapi jumlah neutron berbeda.
Contoh: 206
82Pb dan 207
82Pb
b. Isobar: nuklida yang mempunyai jumlah proton dan neutron sama tetapi jumlah proton berbeda.
Contoh: 14
6C dan 14
7N
c. Isoton: nuklida yang mempunyai jumlah neutron sama.
Contoh: 3
1H dan 4
2He
5. Kestabilan inti
Inti atom tersusun dari partikel proton dan neutron.
Inti yang stabil apabila memiliki harga n/p=  1
Inti atom yang tidak stabil akan mengalami peluruhan
menjadi inti yang lebih stabil dengan cara:
a. Inti yang terletak di atas pita kestabilan 􀂧􀂨 􀀡 􀂷􀂸
􀂩 􀂹 n/p > 1 stabil dengan cara:
1) Pemancaran sinar beta (elektron).
􀁯 􀀎 􀀐 14 14 0
6C 7N 1e
2) Pemancaran neutron (jarang terjadi).
5 􀁯 4 􀀎 1
2He 2He 0n
b. Inti yang terletak di bawah pita kestabilan
􀂧 􀀟 􀂷 􀂨 􀂸
􀂩 􀂹
n 1
p stabil
dengan cara:
1) Pemancaran positron.
􀁯 􀀎 􀀐 11 11 0
6C 5B 1e
2) Pemancaran proton (jarang terjadi).
33 􀁯 208 􀀎 4
16S 15Pb 2He
3) Penangkapan elektron di kulit K.
􀀎 􀀐 􀁯 37 0 37
18Ar 1e 17Cl
c. Inti yang terletak di seberang pita kestabilan (Z > 83)
stabil dengan mengurangi massanya dengan cara
memancarkan sinar 􀁄.
212 􀁯 208 􀀎 4
84C 82Pb 2He
0

LAJU REAKSI

KONSEP LAJU REAKSI

1. Pengertian Laju Reaksi
           Laju menyatakan seberapa cepat atau seberapa lambat suatu proses berlangsung. Laju juga menyatakan besarnya perubahan yang terjadi dalam satu satua waktu. Satuan waktu dapat berupa detik, menit, jam, hari atau tahun.
Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi, maka jumlah zat peraksi semakin sedikit, sedangkan produk semakin banyak. Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau laju terbentuknya produk.

2. Ungkapan Laju Reaksi untuk Sistem Homogen
       Untuk sistem homogen, laju reaksi umum dinyatakan sebagai laju penguragan konsentrasi molar pereaksi atau laju pertambahan konsentrasi molar produk untuk satu satuan waktu, sebagai berikut:


















Jika diketahui satuan dari konsentrasi molar adalah mol/L. Maka satuan dari laju reaksi adalah mol/L.det atau M/det.
3. Laju Rerata dan Laju Sesaat
         a. Laju rerata
            Laju rerata adalah rerata laju untuk selang waktu tertentu. Perbedaan antara laju rerata dengan laju sesaat dapat diandaikan dengan laju kendaraan. Misalnya suatu kendaraan menempuh jarak 300 km dalam 5 jam. Laju rerata kendaraan itu adalah 300 km/5 jam = 60 km/jam. Tentu saja laju kendaraan tidak selalu 60 km/jam. Laju sesaat ditunjukkan oleh speedometer kendaraan.
        b. Laju Sesaat
           Laju sesaat adalah laju pada saat tertentu. Sebagai telah kita lihat sebelumnya, laju reaksi berubah dari waktu ke waktu. Pada umumnya, laju reaksi makin kecil seiring dengan bertambahnya waktu reaksi. oleh karena itu, plot konsentrasi terhadap waktu berbentuk garis lengkung, seperti gambar di bawah ini. Laju sesaat pada waktu t dapat ditentukan dari kemiringan (gradien) tangen pada saat t tersebut, sebagai berikut.
  1. Lukis garis singgung pada saat t
  2. Lukis segitiga untuk menentukan kemiringan
  3. laju sesaat = kemiringan tangen
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI

Pengalaman menunjukan bahwa serpihan kayu terbakar lebih cepat daripada balok kayu, hal ini berarti bahwa laju reaksi yag sama dapat berlangsung dengan kelajuan yang berbeda, bergantung pada keadaan zat pereaksi. Dalam bagian ini akan dibahas faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Pengetahuan tentang hal ini memungkinkan kita dapat mengendalikan laju reaksi, yaitu melambatkan reaksi yang merugikan dan menambah laju reaksi yang menguntungkan.

1. Konsentrasi Pereaksi
          Konsentrasi memiliki peranan yang sangat penting dalam laju reaksi, sebab semakin besarkonsentrasi pereaksi, maka tumbukan yang terjadi semakin banyak, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Begitu juga, apabila semakin kecil konsentrasi pereaksi, maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi pun semakin kecil.
2. Suhu
          Suhu juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi. Apabila suhu pada suatu rekasi yang berlangusng dinaikkan, maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak, sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering, menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya, apabila suhu diturunkan, maka partikel semakin tak aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil.
3. Tekanan
          Banyak reaksi yang melibatkan pereaksi dalam wujud gas. Kelajuan dari pereaksi seperti itu juga dipengaruhi tekanan. Penambahan tekanan dengan memperkecil volume akan memperbesar konsentrasi, dengan demikian dapat memperbesar laju reaksi.
4. Katalis
          Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.
5. Luas Permukaan Sentuh
          Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting dalam laju reaksi, sebab semakin besar luas permukaan bidang sentuh antar partikel, maka tumbukan yang terjadi semakin banyak, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Begitu juga, apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi pun semakin kecil. Karakteristik kepingan yang direaksikan juga turut berpengaruh, yaitu semakin halus kepingan itu, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi; sedangkan semakin kasar kepingan itu, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi.